BMD Training Centre kembali menyelenggarakan Online Training Keanekaragaman Hayati pada 06–07 Oktober 2026. Pelatihan dilaksanakan secara online melalui Zoom Meeting dengan peserta dari PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang beralamat di Desa Lelilef, Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Pelatihan Keanekaragaman Hayati ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam memahami pentingnya pengelolaan dan perlindungan keanekaragaman hayati. Materi pelatihan diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai ekosistem, potensi keanekaragaman hayati, serta pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam kegiatan industri.
Pelaksanaan Training Keanekaragaman Hayati dilakukan secara online menggunakan Zoom Meeting. Metode online memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mengikuti proses pembelajaran dari lokasi masing-masing tanpa mengurangi kesempatan untuk berdiskusi dan bertukar pengalaman.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembahasan mengenai berbagai aspek yang berkaitan dengan keanekaragaman hayati dan pengelolaan lingkungan, sehingga dapat menambah wawasan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional.
Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bagi peserta untuk menyampaikan pandangan serta kebutuhan terkait pengelolaan keanekaragaman hayati, khususnya mengenai keseimbangan antara ekosistem darat dan ekosistem laut.
Peserta Online Training Keanekaragaman Hayati
Pelatihan diikuti oleh peserta dari:
PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)
Desa Lelilef, Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Dengan karakteristik wilayah yang memiliki ekosistem darat dan laut, pemahaman mengenai keanekaragaman hayati menjadi hal yang penting untuk mendukung pengelolaan lingkungan secara lebih menyeluruh.
Testimoni Peserta Training Keanekaragaman Hayati
Setelah mengikuti pelatihan, peserta memberikan masukan yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengembangan materi untuk pelaksanaan Pelatihan Keanekaragaman Hayati berikutnya.
1. Muhammad Widdiwi A.B. Putuhena
“Untuk materinya kehatinya lebih baik ada lagi ada Kehati yang di laut bukan hanya di darat saja.”
2. Rizki Malagapi
“Mungkin bisa lebih seimbangkan keanekaragaman di hutan dan di laut.”
Masukan dari peserta menunjukkan adanya kebutuhan terhadap pembahasan keanekaragaman hayati yang lebih komprehensif, tidak hanya berfokus pada ekosistem darat atau hutan, tetapi juga mencakup ekosistem laut dan wilayah pesisir.
Keanekaragaman hayati bukan hanya tentang menjaga hutan dan tumbuhan, tetapi juga mencakup ekosistem laut, pesisir, satwa, serta hubungan antarorganisme dalam lingkungan.
Melalui Training Keanekaragaman Hayati, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih luas mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan dapat menerapkan pengetahuan tersebut sesuai dengan kebutuhan serta kondisi lingkungan di tempat kerja.
